• Jl. Perintis Kemerdekaan Km. 17,5
  • 0411556449 WA 081141700766
  • [email protected]
Logo Logo
  • Beranda
  • Profil
    • Overview
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
    • Tugas & Fungsi
    • Pimpinan
    • Satuan Kerja
    • Sumber Daya Manusia
  • Informasi Publik
    • Pengumuman
    • Standar Layanan
      • Maklumat Layanan
      • Waktu dan Biaya Layanan
    • Portal PPID
    • Prosedur Pelayanan
      • Prosedur Permohonan
      • Prosedur Pengajuan Keberatan dan Penyelesaian Sengketa
    • Regulasi
    • Agenda Kegiatan
    • Informasi Berkala
      • LHKPN
      • LHKASN
      • Rencana Strategis
      • DIPA
      • RKAKL/ POK
      • Laporan Kinerja
      • Capaian Kinerja
      • Laporan Keuangan
      • Perjanjian Kinerja
      • Laporan Realisasi Anggaran
      • Laporan Tahunan
      • Daftar Aset/BMN
    • Informasi Serta Merta
    • Informasi Setiap Saat
      • Daftar Informasi Publik
      • Standar Operasional Prosedur
      • Daftar Informasi Dikecualikan
      • Kerjasama
    • Indeks Kepuasan Masyarakat
  • Publikasi
    • Galeri Media
    • Buku
    • Pedum/ Juknis
    • Infografis
    • Warta
    • Leaflet / Brosur
    • jurnal
    • Buletin
  • Reformasi Birokrasi
    • Manajemen Perubahan
    • Deregulasi Kebijakan
    • Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
    • Penataan dan Penguatan Organisasi
    • Penataan Tata Laksana
    • Penataan Sistem Manajemen SDM
    • Penguatan Akuntabilitas
    • Penguatan Pengawasan
  • Layanan
Thumb
77 dilihat       03 November 2026

Tingkatkan Kompetensi Penyuluh: BRMP Sulsel Gelar Pelatihan ASN Dukung Penerapan Metode PM-AAS

Makassar (03/11/26)– Dalam rangka mendukung percepatan modernisasi pertanian dan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di bidang pertanian, dilaksanakan kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN) Mendukung Penerapan Metode Advanced Agricultural System (PM-AAS). Kegiatan ini diikuti oleh para penyuluh pertanian dari KJF Sulsel, Kota Makassar dan BRMP Sulawesi Selatan.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Sulawesi Selatan yang diwakili oleh Bapak Nur Alam, S.P., M.P., selaku Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan komitmen pemerintah daerah melalui program pembangunan sarana dan prasarana pertanian secara multiyears, dengan target penyelesaian perbaikan jaringan irigasi hingga tingkat tersier pada tahun 2028.

Beliau juga menyoroti permasalahan alih fungsi lahan sawah di Sulawesi Selatan yang saat ini diperkirakan hanya tersisa sekitar 88 persen dari total luas 660 ribu hektare. Salah satu penyebab yang menjadi perhatian adalah penyalahgunaan pembangunan jalan tani yang beralih fungsi menjadi akses menuju kawasan perumahan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pemerintah memperketat ketentuan lebar jalan tani maksimal 1,5 meter agar tetap difungsikan sesuai peruntukannya sebagai jalur produksi pertanian.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan akan melakukan pemetaan spasial secara menyeluruh terhadap lahan sawah, hortikultura, dan perkebunan. Pemetaan tersebut diperlukan untuk menghindari tumpang tindih data serta menjadi dasar penyusunan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang lebih akurat. Dengan data yang valid, penyaluran pupuk bersubsidi diharapkan dapat lebih tepat sasaran dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Beliau juga berharap kegiatan pelatihan ini dapat menambah kemampuan dan kapasitas penyuluh dalam mendampingi petani untuk menerapkan metode PM-AAS di lapangan sehingga dapat meningkatkan produktivitas hingga 10 t/ha.

Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BPMP) Sulawesi Selatan Dr. Zainal Abidin, S.P., M.P dan sekaligus membuka acara.. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya menjaga keberadaan lahan pertanian produktif serta mencegah penyalahgunaan fungsi jalan tani. Beliau mengingatkan bahwa pencetakan sawah baru membutuhkan waktu belasan tahun untuk mencapai produktivitas optimal sehingga perlindungan terhadap lahan sawah yang sudah ada perlu menjadi perhatian bersama.

Lebih lanjut, beliau menyampaikan keberhasilan penerapan Pertanian Modern (PM-AAS) secara mandiri seluas 9 hektare di Kabupaten Gowa. Penerapan teknologi tersebut diharapkan dapat menjadi contoh dan tolak ukur bagi para penyuluh dalam melaksanakan diseminasi teknologi pertanian modern kepada petani di wilayah masing-masing.

Dalam penerapan PM-AAS, efisiensi penggunaan sarana produksi juga menjadi salah satu fokus utama dengan tetap mempertahankan target produktivitas hingga 10 ton per hektare. Para penyuluh juga diharapkan mampu menyelaraskan pelaksanaan tugas dengan dinamika program Kementerian Pertanian serta lebih proaktif dalam mengidentifikasi potensi wilayah dan mengusulkan program kegiatan sejak awal tahun.

Memasuki sesi pemaparan materi, Bapak Maradona dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Sulawesi Selatan bersama Bapak Basrum, S.P., M.Si. menyampaikan materi mengenai Konsep dan Teknis Pelaksanaan Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS). Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan konsep serta tahapan teknis penerapan sistem pertanian modern sebagai upaya meningkatkan efisiensi proses budidaya, optimalisasi penggunaan sarana produksi, dan peningkatan produktivitas pertanian.

Pemaparan materi dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif. Para peserta menunjukkan antusiasme dengan mengajukan berbagai pertanyaan kepada narasumber, khususnya terkait konsep dan penerapan metode PM-AAS serta kemungkinan implementasinya di wilayah kerja masing-masing. Melalui sesi ini, peserta memperoleh kesempatan untuk memperdalam pemahaman sekaligus bertukar informasi mengenai tantangan penerapan teknologi pertanian modern di lapangan.

Tidak hanya mendapatkan pembekalan teori, kegiatan juga dilengkapi dengan sesi praktik penggunaan alat drum seeder. Dalam sesi tersebut, peserta diberikan penjelasan dan pelatihan secara langsung mengenai cara penggunaan alat drum seeder untuk penanaman benih padi. Teknologi ini diharapkan dapat membantu meningkatkan efisiensi penggunaan benih, menghemat waktu dan tenaga kerja, serta mendukung penerapan sistem budidaya padi yang lebih modern.

Melalui Pelatihan Peningkatan Kapasitas ASN ini, diharapkan para penyuluh pertanian semakin memahami konsep dan teknis penerapan PM-AAS serta mampu mengimplementasikan dan mendiseminasikan teknologi tersebut kepada petani di wilayah masing-masing. Peningkatan kompetensi ASN, pemanfaatan teknologi, dan penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi bagian penting dalam mendukung transformasi pertanian menuju sistem pertanian yang modern, efisien, produktif, dan berkelanjutan.

(QN) 

Prev Next

- BRMP Sulsel


Pencarian

Berita Terbaru

  • Thumb
    BRMP Sulsel Terima Mahasiswa UNHAS Program Studi Teknik Pertanian & Proteksi Tanaman
    02 Nov 2026 - By BRMP Sulsel
  • Thumb
    Siswa SMKS SPP St. Paulus Makale Paparkan Hasil Kegiatan PKL di IP2MP Gowa
    02 Nov 2026 - By BRMP Sulsel
  • Thumb
    Program ICARE, BRMP Sulsel Kembangkan Perbenihan Kentang Smart Farming di Kanrepia
    01 Nov 2026 - By BRMP Sulsel
  • Thumb
    BRMP Sulsel Gelar Pelatihan Olahan Daging di BPP Kanreapia
    31 Okt 2026 - By BRMP Sulsel

tags

agromodern brmpsulsel pmaas

Akreditasi Sertifikasi :

Kontak

0411556449 WA 081141700766

[email protected]

Jl. Perintis Kemerdekaan Km. 17,5
Kel. Pai, Kec. Biringkanaya
Makassar - Sulawesi Selatan
Indonesia 90242

https://sulsel.brmp.pertanian.go.id

WA 081141700766

© 2025 - 2026 Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Sulawesi Selatan. All Right Reserved