BRMP Sulsel Gelar Pelatihan Olahan Daging di BPP Kanreapia
Kanreapia, 30 Oktober 2026 – Dalam upaya mendorong kemandirian dan daya saing kelembagaan petani, Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Selatan, telah menyelenggarakan kegiatan bertajuk "Peningkatan Kapasitas Koperasi: Praktek Olahan Daging" di BPP Kanreapia, Kabupaten Gowa, pada hari Jumat, 30 Oktober 2026.
Rangkaian acara pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Ibu A. Nurhayu, S.Pt., M.Si., yang kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi singkat oleh ibu Rosmida, S.Pi. selaku praktisi mengenai pengenalan diversifikasi produk olahan daging sebelum masuk ke sesi praktek.
Fokus utama dari agenda ini adalah memberikan keterampilan praktis bernilai tambah kepada para anggota koperasi dalam mengolah hasil peternakan, khususnya mendiservikasi produk turunan daging menjadi olahan siap saji yang bernilai ekonomis tinggi. Untuk mencapai tujuan tersebut, sesi praktek difokuskan pada dua jenis hidangan berbahan dasar daging sapi, yakni Toppa Lada dan Bakso.
Sesi pelatihan inti dimulai dengan praktek pembuatan Toppa Lada Makassar. Resep yang dipraktekkan merupakan hidangan daging sapi pedas asli khas Makassar yang 100% dibuat tanpa menggunakan santan, sehingga menonjolkan cita rasa pedas dan gurih yang alami. Para peserta diajarkan teknik mengolah irisan daging sapi tipis yang dibalur asam jawa, kemudian dimasak secara perlahan bersama bumbu halus—seperti lengkuas, serai, jahe, dan kunyit—serta paduan rempah lainnya hingga daging empuk dan bumbu meresap sedikit kering.
Setelah pembuatan Toppa Lada selesai, pelatihan dilanjutkan dengan sesi kedua yaitu praktek pembuatan Bakso Daging Sapi. Pada sesi ini, peserta dibekali resep rumahan (homemade) untuk memproduksi bakso yang enak, kenyal, dan kaya akan kaldu. Proses pembuatannya menekankan pada penggunaan daging sapi giling segar yang diuleni bersama es batu, tepung tapioka, dan bumbu halus untuk memastikan tekstur adonan menjadi kenyal. Bakso tersebut kemudian direbus dalam air mendidih hingga mengapung, lalu disajikan bersama kuah kaldu sapi asli.
Seluruh rangkaian acara berjalan lancar dengan antusiasme yang tinggi. Melalui pendampingan berkelanjutan dari program ICARE dan BRMP Sulawesi Selatan, keterampilan pengolahan Toppa Lada dan Bakso ini diharapkan dapat langsung diimplementasikan dan dikomersialisasikan oleh anggota koperasi.
Langkah ini ditargetkan mampu menciptakan produk olahan yang berdaya saing, menjadikan koperasi sebagai unit bisnis yang tangguh, serta meningkatkan kesejahteraan ekonomi para peternak di wilayah binaan.