Panen Bersama PM-AAS Bone, Capai 12,95 Ton/ha
Bone(10/09/2026). Kabupaten Bone menunjukkan potensi besar dalam penerapan pertanian modern melalui Panen Bersama Program PM-AAS yang berlangsung di Desa Biru, Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone.
Kegiatan panen bersama dihadiri Bupati Bone Andi Asman, unsur Forkopimda, Kepala BRMP Sulawesi Selatan Dr. Zainal Abidin, sejumlah pejabat Kementerian Pertanian, para penyuluh sekabupaten Bone dan kelompok tani.
Kegiatan diawali dengan penyampaian hasil ubinan 4 varietas padi oleh Tim BPS yang seluruhnya menunjukkan hasil menggembirakan yakni;
1. Varietas Mapan 05 mencapai 8,095 kg setara dengan produksi 12,95 ton/ha.
2. Inpari 42 mencapai 6,6 kg setara dengan priduksi 10,56 ton/ha,
3. Inpari 32 mencapai 6,32 kg setara dengan priduksi 10,11 ton/ha,
4. Hibrida BCA mencapai 6,53 setara dengan produksi 10,45 ton/ha.
Hasil tersebut menjadi salah satu indikator keberhasilan penerapan teknologi budidaya dalam program PM-AAS, sekaligus menunjukkan potensi peningkatan produktivitas padi di Kabupaten Bone.
Program PM-AAS dilaksanakan pada hamparan seluas 100 hektare yang melibatkan lima kelompok tani di Desa Bontopadang dan Desa Biru. Budidaya padi menerapkan metode tanam rapat populasi menggunakan alat tanam benih langsung (drumseeder) dan didukung berbagai teknologi pertanian modern, termasuk pemanfaatan drone untuk aplikasi pupuk dan pestisida.
Dalam sambutannya, Bupati Bone Andi Asman menegaskan bahwa penerapan sistem pertanian modern menjadi langkah penting dalam meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani di Kabupaten Bone.
“Modernisasi pertanian menjadi bagian penting dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani di Kabupaten Bone. Kita ingin teknologi yang diterapkan benar-benar memberikan manfaat dan dirasakan langsung oleh petani,” ujar Andi Asman.
Sementara itu, Kepala BRMP Sulawesi Selatan Dr. Zainal Abidin menyampaikan bahwa capaian PM-AAS di Kabupaten Bone menjadi bukti bahwa penerapan teknologi dan inovasi pertanian dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produktivitas. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kolaborasi antara Kementerian Pertanian, pemerintah daerah, BRMP, penyuluh, petugas lapangan, dan petani dalam menerapkan teknologi mulai dari penanaman hingga pengelolaan tanaman.
Panen bersama PM-AAS ini menjadi bukti bahwa kolaborasi, inovasi, dan penerapan teknologi modern dapat menjadi langkah nyata dalam meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat kesejahteraan petani.
(AFS/WRD)