Kawal Mutu Benih Padi Spesifik Lokasi, BRMP Sulsel Terapkan Penanganan Pascapanen Sesuai SNI
Kegiatan Produksi Benih Sumber Padi Spesifik Lokasi Tahun Anggaran 2026 yang dilaksanakan di Lanrang, Kabupaten Sidrap, mencatatkan capaian positif. Kelompok Tani Lambau selaku pengelola lapangan mencatat capaian hasil sementara sebesar 22 ton Gabah Kering Panen (GKP) untuk varietas Cakrabuana Agritan.
Proses pasca panen difokuskan pada penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) guna memproduksi benih berkualitas tinggi dengan tingkat kemurnian dan daya tumbuh yang optimal. Rangkaian penanganan dimulai dari pemanenan tepat waktu saat gabah telah masak fisiologis, perontokan dengan alat yang bersih untuk menghindari pencampuran varietas, hingga pembersihan dari kotoran atau gabah hampa.
Selanjutnya, calon benih menjalani tahapan pengeringan bertahap untuk menurunkan kadar air hingga mencapai standar aman simpan (sekitar 11–12%). Dilakukan pula pemilahan (sorting) secara ketat sebelum pengambilan sampel untuk uji daya tumbuh, kemurnian genetis, dan kadar air yang akan dilakukan oleh BPSB.
Melalui penerapan standar pascapanen yang disiplin ini, calon benih sumber varietas Cakrabuana Agritan dari Lanrang diharapkan lolos uji dan siap dikemas dan didistribusikan untuk mendukung ketersediaan benih unggul spesifik lokasi bagi para petani di Sulawesi Selatan.
(RK)