Dari kahu untuk bone: Harapan lompatan produktivitas padi melalui program PM AAS
Bone (Agustus 2026). Harapan akan terwujudnya lompatan produktivitas padi semakin terlihat dari kawasan Program Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) di Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone.
Memasuki fase menjelang panen, secara umum, kondisi pertanaman menunjukkan performance yang relatif baik.
Untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai tujuan, Tim Program dan Evaluasi Sekretariat BRMP yang didampingi oleh Tim BRMP Sulawesi Selatan dan BRMP Pengujian Tanaman Serealia, melakukan pemantauan langsung terhadap kondisi pertanaman di lokasi PM-AAS Kabupaten Bone. Pemantauan ini menjadi bagian penting dalam melihat perkembangan tanaman menjelang panen, termasuk kondisi umum hamparan lokasi pertanaman.
Hasil pemantauan menunjukkan bahwa secara umum pertanaman berada dalam kondisi cukup baik dan telah memasuki fase akhir pertumbuhan menuju panen. Kondisi tersebut memberikan optimisme terhadap potensi hasil yang akan diperoleh petani.
Lokasi PM-AAS di Desa Biru dan Desa Bontopadang, Kecamatan Kahu, merupakan salah satu kawasan percontohan penerapan modernisasi pertanian di Kabupaten Bone. Kawasan ini diharapkan mampu membuktikan bahwa penerapan teknologi budidaya yang tepat, didukung mekanisasi dan pengelolaan usaha tani secara lebih efisien, dapat mendorong peningkatan produktivitas padi.
Sebelumnya, produktivitas padi di kawasan PM-AAS Kahu berada pada kisaran rata-rata 6 ton gabah per hektare. Melalui penerapan teknologi budidaya modern dengan pertanaman rapat populasi, pemupukan yang lebih tepat, pengendalian organisme pengganggu tanaman, serta dukungan alat dan mesin pertanian, produktivitas tersebut ditargetkan dapat meningkat hingga minimal 10 ton per hektare.
Bagi petani, target peningkatan produktivitas dari 6 ton menjadi minimal 10 ton per hektare memiliki arti yang sangat besar. Peningkatan produksi diharapkan dapat memberikan peluang peningkatan pendapatan dan kesejahteraan, terutama apabila didukung dengan efisiensi biaya produksi.
Keberadaan PM-AAS di Kecamatan Kahu juga diharapkan menjadi etalase pertanian modern Kabupaten Bone. Hasil dan pengalaman yang diperoleh dari kawasan ini dapat menjadi pembelajaran bagi petani dan pelaku pertanian di wilayah lain untuk mengadopsi teknologi sesuai dengan kondisi spesifik lokasi.
Dari hamparan sawah Kecamatan Kahu, optimisme terus tumbuh. Tanaman yang kini memasuki fase menjelang panen membawa harapan akan hasil yang lebih tinggi sekaligus menjadi gambaran awal dari upaya mewujudkan pertanian yang lebih modern dan produktif khususnya di Kabupaten Bone.
Dari Kecamatan Kahu untuk Bone, PM-AAS diharapkan mampu menghadirkan lompatan produktivitas, meningkatkan efisiensi usaha tani, dan pada akhirnya memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan petani.
Kahu menjadi titik awal. Bone menjadi harapan. Produktivitas meningkat, petani sejahtera, dan pertanian semakin modern.
(AFS/WRD)