Budidaya Sayuran Ramah Lingkungan di Tagromedern BRMP Sulsel
Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Sulawesi Selatan terus memperkuat penerapan teknologi pertanian modern melalui pengembangan taman agromodern sebagai pusat edukasi dan demonstrasi. Salah satu komoditas yang dibudidayakan secara intensif adalah kangkung, dengan memanfaatkan media tanam berupa bedengan
Di kawasan taman agromodern BRMP Sulsel, bedengan dibuat dengan ukuran, yakni lebar sekitar 1 meter dan panjang 10 meter. Desain ini bertujuan untuk menjaga drainase tetap optimal serta meminimalkan genangan air yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman kangkung.
Sebelum penanaman, lahan diolah dengan mencampurkan tanah dengan pupuk organik seperti kompos yang telah difermentasi dan pupuk kandang matang. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kandungan unsur hara sekaligus memperbaiki struktur tanah. Benih kangkung kemudian ditanam secara larikan dengan jarak tanam teratur agar pertumbuhan tanaman merata.
Sistem penyiraman di taman agromodern ini telah mengadopsi teknologi irigasi modern, seperti sprinkler dan penyiraman manual. Selain itu, penggunaan daring juga diterapkan untuk menjaga kelembapan tanah serta mempercepat perkecambahan tanaman kangkung.
Pengelola taman menyebutkan bahwa metode budidaya kangkung di bedengan ini tidak hanya meningkatkan hasil panen, tetapi juga menghasilkan kualitas daun yang lebih bersih dan segar. Dalam waktu 3–4 minggu setelah tanam, kangkung sudah dapat dipanen dan siap dipasarkan.
Melalui kegiatan ini, BRMP Sulawesi Selatan berharap masyarakat dan petani dapat mengadopsi teknik budidaya modern yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Taman agromodern pun menjadi sarana pembelajaran langsung bagi generasi muda untuk mengenal praktik pertanian yang efisien dan berbasis teknologi.
(Sumber: AFS/QN. Editor: JH)