BRMP Sulsel Gelar Bimtek Pembuatan UMB bagi Koperasi, Site Manager, & Fasilitator
Gowa, 15 September 2026 — Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Selatan melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Praktik Pembuatan Urea Molases Blok (UMB) untuk ternak sapi sebagai upaya meningkatkan kapasitas Site Manager koperasi dan fasilitator dalam mendukung pengelolaan pakan ternak yang berkualitas.
Kegiatan berlangsung di Desa Bolaromang, Kecamatan Tombolopao, Kabupaten Gowa, dan diikuti oleh anggota Koperasi Bolaromang Sejahtera Bersama. Kegiatan ini diisi dengan penyampaian materi sekaligus praktik pembuatan UMB yang disampaikan oleh Hasan Basri selaku teknisi. Peserta diberikan pemahaman mengenai manfaat UMB, bahan yang digunakan, komposisi, serta tahapan pembuatannya sehingga dapat diterapkan secara mandiri dalam mendukung penyediaan pakan tambahan bagi ternak sapi.
Dalam pemaparannya, Hasan Basri menjelaskan bahwa UMB merupakan pakan suplemen multinutrisi yang dapat diberikan kepada ternak untuk membantu meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas. Selain itu, UMB juga berperan dalam menjaga kesehatan serta mendukung fungsi rumen sehingga proses pencernaan dan pemanfaatan nutrien oleh ternak dapat berlangsung secara optimal.
Adapun komposisi bahan UMB yang dipraktikkan terdiri atas dedak sebanyak 43 persen, tepung jagung 12 persen, urea 3 persen, molases 20 persen, garam 3 persen, mineral mix 2 persen, tepung sagu 3 persen, dan bungkil kelapa 10 persen. Seluruh bahan tersebut dicampurkan sesuai takaran dan tahapan yang telah dijelaskan, kemudian dibentuk menjadi blok agar lebih mudah diberikan kepada ternak sebagai pakan suplemen.
Melalui kegiatan ini, BRMP Sulawesi Selatan diharapkan dapat terus memperkuat kapasitas koperasi, Site Manager, fasilitator, dan anggota kelompok dalam menerapkan teknologi pakan sederhana yang efektif dan dapat dikembangkan sesuai potensi lokal. Peningkatan keterampilan dalam pembuatan UMB juga diharapkan mampu mendukung efisiensi penyediaan pakan, meningkatkan produktivitas ternak sapi, serta mendorong pengelolaan usaha peternakan yang lebih berkelanjutan di Kabupaten Gowa.
(MSF)