BRMP Sulawesi Selatan Gelar Sosialisasi Percontohan Pengolahan dan Pemanfaatan Limbah Ternak
GOWA, 27 Oktober 2026 – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Selatan melaksanakan Sosialisasi Percontohan Pengolahan dan Pemanfaatan Limbah Ternak.
Kegiatan dilaksanakan di Desa Bolaromang, Kecamatan Tombolo Pao, Kabupaten Gowa. Kegiatan dibuka dengan sambutan Kepala BRMP Sulawesi Selatan yang diwakili oleh Dr. Andi Baso Lompengeng Ishak, MP. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa tujuan dari kegiatan percontohan pengolahan limbah menjadi pupuk organik padat dan pupuk organik cair adalah upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam mengolah limbah ternak menjadi pupuk organik padat dan cair yang bernilai ekonomis.
Melalui penerapan teknologi yang tepat, limbah ternak tidak hanya dapat mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga menjadi sumber penghasilan bagi peternak, khususnya untuk anggota Koperasi Bolaromang Sejahtera Bersama.
Materi pertama disampaikan oleh Dr. Ahmad Maskuri, SPt, M.Si selaku Kepala Bidang Perbibitan dan Produksi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sulawesi Selatan, dengan materi "Kebijakan dan Strategi Pengelolaan Limbah Ternak untuk Mendukung Peternakan Berkelanjutan". Ia menjelaskan bahwa sinergi kebijakan pemerintah desa, pendampingan teknis, dan kesadaran masyarakat Desa Bolaromang mampu mengubah tantangan limbah menjadi peluang ekonomi baru menuju desa mandiri dan berkelanjutan.
Selanjutnya, Marhamah Nadir, SP, MSi, PhD selaku Dosen Peternakan Universitas Hasanuddin menyampaikan materi "Pengolahan Limbah Peternakan untuk Kompos dan Pupuk Organik Cair (POC)". Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa limbah ternak adalah bahan baku pupuk, bukan sampah. Peluang feces diolah menjadi kompos dan urine menjadi POC dapat mengurangi pencemaran lingkungan, petani mendapatkan pupuk, serta peternak mendapatkan nilai tambah. Selanjutnya, ia menjelaskan bahan-bahan yang dibutuhkan serta teknik pembuatan kompos dan POC.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab mengenai teknik pengolahan limbah ternak menjadi kompos dan POC. Dalam diskusi tersebut, narasumber menjelaskan bahwa proses pembuatan kompos tergantung pada bahan, kelembaban, suhu, dan aktivator mikroorganisme. Ciri-ciri kompos yang sudah matang adalah warnanya cokelat tua hingga kehitaman, berbau seperti tanah, suhunya mendekati suhu lingkungan, dan bentuk bahan asalnya sulit dikenali. Pada pengolahan POC, perlu dilakukan aerasi untuk memasok oksigen ke dalam cairan guna mendukung aktivasi mikroorganisme. Ciri-ciri pupuk organik cair yang baik adalah tidak berbau amoniak yang menyengat.
Pada akhir kegiatan, seluruh peserta mengikuti sesi foto bersama, kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke lokasi percontohan pengolahan limbah ternak.
(AN/AH)