Akselerasi Capaian Luas Tambah Tanam Kementan Perkuat Koordinasi Mitigasi Kemarau di Jeneponto
MAKASSAR – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Selatan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) di Aula Dinas Pertanian Kabupaten Jeneponto, Jumat (17/04/2026). Pertemuan strategis ini bertujuan untuk mengevaluasi sekaligus percepatan capaian target tanam guna menjaga stabilitas pasokan pangan daerah.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Direktur Jenderal Hortikultura selaku Penanggung Jawab (PJ) Swasembada Pangan Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. Ir. Muhammad Taufiq Ratule, M.Si., didampingi oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jeneponto, PJ Swasembada Pangan Kabupaten Jeneponto, serta jajaran teknis yang meliputi Kepala Penyuluh dari 11 Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), pengelola data tingkat BPP, dan penyuluh tingkat kabupaten.
Dalam arahannya, Taufiq Ratule menekankan pentingnya kewaspadaan dini terhadap anomali cuaca. Berdasarkan analisis data meteorologi, musim kemarau tahun 2026 diprediksi akan tiba lebih awal dengan intensitas yang lebih kering dibandingkan tahun sebelumnya. Oleh karena itu, para petugas lapangan diminta untuk segera melakukan mitigasi risiko dan mengidentifikasi lahan yang memiliki potensi kekeringan tinggi agar langkah antisipasi dapat segera diambil.
Sebagai langkah konkret di lapangan, PJ Swasembada Pangan Sulsel menginstruksikan optimalisasi pemanfaatan mesin pompa air serta percepatan pola tanam pada lahan-lahan yang masih memiliki ketersediaan air cukup. Hal ini dilakukan untuk menghindari risiko gagal panen akibat cekaman kekeringan pada fase pertumbuhan tanaman.
Berdasarkan data statistik pelaporan, target Luas Tambah Tanam (LTT) padi di Kabupaten Jeneponto untuk bulan April ditetapkan sebesar 7.040 hektare. Hingga saat ini, realisasi tanam telah mencapai 2.100 hektare. Meski tantangan iklim membayang, pihak Kementerian Pertanian menyatakan optimisme bahwa target tersebut dapat terealisasi 100% melalui kerja sama solid antara penyuluh dan petani di lapangan.
Rapat koordinasi ini diharapkan menjadi pemantik bagi seluruh stakeholder pertanian di Jeneponto untuk bekerja lebih responsif dan berbasis data (data-driven), guna memastikan target produksi pangan nasional tetap terjaga di tengah tantangan perubahan iklim global.
(DAR)