Perkuat Koperasi Petani, ICARE Sulsel Dorong Tata Kelola Keuangan yang Profesional
Maros, 23 September 2026 – Penguatan koperasi petani menjadi salah satu langkah penting dalam membangun ekosistem agribisnis yang berkelanjutan. Melalui Program Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment (ICARE), Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Selatan terus mendorong peningkatan kapasitas pengurus koperasi, salah satunya melalui Workshop Peningkatan Tata Kelola Keuangan Mendukung Pengembangan Bisnis Koperasi Kegiatan ICARE Tahun 2026 yang dilaksanakan pada 23–24 September 2026 di Grandtown Hotel, Maros.
Kegiatan ini diikuti oleh Ketua dan pengurus Koperasi Bolaromang Sejahtera Bersama, Koperasi Tonasa Sukses Mandiri, Koperasi Bawakaraeng Maju Bersama, dan Koperasi Maju Sukses Berkah Bersama, serta Site Manager dan Fasilitator Lapangan Program ICARE. Workshop ini menjadi ruang pembelajaran sekaligus penguatan kapasitas pengurus agar mampu mengelola koperasi secara lebih profesional, khususnya dalam aspek pengelolaan keuangan sebagai fondasi pengembangan bisnis koperasi.
Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala BRMP Sulawesi Selatan yang diwakili oleh Dr. Andi Baso Lompengeng, S.Pt., M.Si. Ia menyampaikan bahwa workshop tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil monitoring dan evaluasi terhadap perkembangan koperasi dalam Program ICARE. Hasil monitoring menunjukkan masih perlunya peningkatan pemahaman pengurus mengenai tata kelola koperasi, termasuk bagaimana menjalankan aktivitas kelembagaan dan mengelola keuangan secara efektif. “Apa yang dibutuhkan koperasi dan bagaimana beraktivitas dalam koperasi masih perlu ditingkatkan, terutama dalam hal tata kelola keuangan. Karena itu, kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti workshop ini dengan baik dan memahami bagaimana pengelolaan keuangan koperasi yang dapat mendukung peningkatan dan pengembangan usaha,” ungkapnya.
Workshop kemudian dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Gowa, Ir. H. Mahmuddin, M.Si., M.H. Dalam sambutannya, ia memberikan apresiasi kepada BBRMP Sulawesi Selatan atas sinergi dan komitmen yang konsisten dalam mengawal pengembangan koperasi petani melalui Program ICARE di Kabupaten Gowa.Menurutnya, koperasi tidak semata-mata menjadi wadah berkumpulnya petani, tetapi harus mampu berkembang menjadi motor penggerak kegiatan ekonomi petani dari hulu hingga hilir. Untuk mencapai hal tersebut, koperasi membutuhkan jaringan usaha yang kuat, manajemen yang baik, serta tata kelola kelembagaan dan keuangan yang tertib. Ia juga menekankan pentingnya akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan koperasi Dengan tata kelola yang transparan dan akuntabel, koperasi diharapkan mampu membangun kepercayaan anggota sekaligus meningkatkan peluang pengembangan usaha.
Materi workshop menghadirkan dua narasumber yang memberikan perspektif berbeda namun saling melengkapi. Prof. Dr. Darmawati, SE., M.Si., Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin, menyampaikan materi “Strategi Penguatan Koperasi melalui Pengembangan Usaha Agribisnis”. Materi tersebut membahas pentingnya melihat koperasi sebagai sebuah entitas bisnis yang harus mampu mengidentifikasi potensi usaha, membangun jaringan, serta mengembangkan kegiatan agribisnis yang memberikan manfaat ekonomi bagi anggota. Pengembangan usaha koperasi perlu didukung dengan perencanaan yang matang, pengelolaan sumber daya yang efektif, serta kemampuan membaca peluang pasar.
Selanjutnya, Kamaruddin, SE., M.Pd., Fasilitator Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulawesi Selatan, memberikan materi “Tata Kelola Keuangan”. Tidak hanya mendapatkan materi secara teoritis, peserta juga mengikuti praktik pengelolaan keuangan koperasi sehingga dapat memahami secara langsung proses pencatatan dan pengelolaan keuangan yang diperlukan dalam menjalankan kegiatan usaha koperasi.
Melalui workshop ini, BRMP Sulawesi Selatan berharap kapasitas pengurus koperasi dalam mengelola kelembagaan dan keuangan semakin meningkat. Koperasi yang dikelola secara profesional diharapkan mampu menjadi wadah usaha petani yang kuat, membangun hubungan bisnis yang lebih luas, serta memperkuat rantai nilai komoditas pertanian dalam kawasan Program ICARE.