Perkuat Ketahanan Pangan, Bupati Bone, BRMP Sulsel & Kodaeral VI Tanam Kedelai
Tanggal 1 Oktober 2026 dilaksanakan gerakan bersama tanam kedelai di Desa Kajaolaliddong, Kec. Barebbo, Kab. Bone. Gerakan bersama tanam kedelai sebagai bentuk sinergi Pemerintah Kab. Bone, BRMP Sulsel, dan Komando Daerah TNI Angkatan Laut VI Makassar dalam upaya mendukung dan memperkuat ketahanan pangan nasional. Gerakan tersebut menjadi langkah konkret untuk mendorong peningkatan produksi kedelai sekaligus membuka peluang ekonomi bagi petani. Kegiatan ini dihadiri langsung Bupati Bone, Kepala BRMP Sulsel, Dankodaeral VI, Ketua DPRD Kab. Bone, PJ. Sekda Bone, Kepala OPD, Forkopimda Kab. Bone, Forkopimcam Barebbo, Ketua KTNA Sulsel, Penyuluh Pertanian dan Kelompok Tani.
Kepala BRMP Sulsel dalam sambutannya mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan hari ini merupakan upaya untuk membersamai, menyemangati petani-petani kedelai didalam mewujudkan swasembada kedelai sebagaimana yang diamanahkan oleh Presiden Republik Indonesia melalui Kementerian Pertanian RI.
Pemerintah menargetkan swasembada kedelai nasional pada tahun 2029. Luas pertanaman kedelai di Kec. Barebbo sekitar 200 ha yang akan didampingi dan dibangun kolaborasi bersama dalam pengembangannya dimana sebelumnya daerah ini merupakan sentra-sentra pengembangan kedelai yang diharapkan kedepan daerah ini tumbuh menjadi sentra penyedia benih kedelai. Diharapkan peran penyuluh sangat diperlukan dalam membimbing petani dan mendorong kelompok tani dapat menyiapkan benih secara in situ bahkan dapat menjadi sentra benih yang akan disebarluaskan ke seluruh daerah di Indonesia. Dilaporkan bahwa benih yang digunakan dalam penanaman kedelai pada hari ini merupakan varietas-varietas kedelai unggul baru yang diharapkan dapat beradaptasi baik dan memberikan hasil yang tinggi. Pola tanam padi-padi-kedelai di daerah ini dapat menjadi pola yang dapat dicontoh untuk seluruh wilayah-wilayah pengembangan kedelai khususnya di Kab. Bone.
Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos, M.M mengatakan, kedelai merupakan komoditas penting yang memiliki keterkaitan erat dengan kebutuhan pangan masyarakat sehari-hari. Andi Asman sangat mengapresiasi dukungan Kementerian Pertanian serta TNI AL dalam pengembangan kedelai ini, beliau mengatakan bahwa kegiatan ini tidak dapat berjalan maksimal jika hanya mengandalkan satu pihak. Diperlukan sinergi antara Pemerintah, Kementerian Pertanian, TNI, penyuluh pertanian dan petani agar program tersebut mampu memberikan hasil berkelanjutan. Andi Asman menegaskan, keberhasilan program pertanian tidak cukup diukur dari luas lahan yang ditanami. Hasil produksi harus memiliki jalur pemasaran yang jelas agar memberikan keuntungan nyata bagi petani. Bupati berharap gerakan tanam kedelai di Desa Kajaolaliddong dapat menjadi model pengembangan pertanian yang nantinya diterapkan di wilayah lain di Kabupaten Bone.
Sementara itu, Dankodaeral VI Laksamana Muda Andi Abdul Azis mengatakan gerakan tanam kedelai tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung arahan dari Presiden Republik Indonesia dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. TNI memiliki komitmen untuk ikut mengambil bagian dalam upaya tersebut. Ia menegaskan TNI akan terus hadir di tengah masyarakat, termasuk dalam mendukung program yang berkaitan dengan kebutuhan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Andi Abdul Azis turut mengapresiasi Kementerian Pertanian, Pemerintah Kabupaten Bone, serta masyarakat Desa Kajaolaliddong yang telah mendukung pelaksanaan gerakan bersama tanam kedelai tersebut. Diharapkan apa yang dilakukan hari ini tidak berhenti pada kegiatan tanam saja, tetapi terus berlanjut hingga panen dan memberikan manfaat bagi masyarakat, Desa Kajaolaliddong diharapkan kedepan dapat berkembang menjadi salah satu kawasan sentra produksi kedelai di Kab. Bone. Tentunya hal tersebut membutuhkan kerjasama, pendampingan dan konsistensi dari semua pihak.
Melalui gerakan ini, Kab. Bone tidak hanya mendorong peningkatan produksi komoditas pangan, tetapi juga berupaya membangun ekosistem pertanian yang mampu memberikan nilai tambah ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan petani.
(HH)