Penerapan Pertanian Modern di Soppeng Tembus 10,2 Ton/Ha
SOPPENG — Pusat Perakitan dan Modernisasi Pertanian Tanaman Pangan bersama Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Selatan menggelar panen bersama di lahan seluas 20 hektare milik Kelompok Tani (KT) Karuna, Lajaroko, Kelurahan Manorang Salo, Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng, Rabu (19/8/2026).
Kegiatan ini merupakan akselerasi penerapan modernisasi pertanian guna meningkatkan produktivitas serta efisiensi usahatani padi.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, S.E., Kepala Pusat Tanaman Pangan Dr. Ir. Haris Syahbuddin, DEA (mewakili Kepala BRMP Kementan), jajaran Forkopimda (Kejari, Kapolres, dan Dandim 1423 Soppeng), Kepala Dinas TPHPKP, serta perwakilan BPS Kabupaten Soppeng.
Koordinator Pelaksana Kegiatan, Dr. Nuning Argo Subekti, melaporkan bahwa hasil ubinan membuktikan lonjakan produktivitas yang signifikan melalui varietas unggul. Varietas Inpari 50 mencatatkan produktivitas sebesar 9,3 ton/ha, sementara varietas Inpago 12 Agritan mencapai 10,2 ton/ha.
Kepala Pusat Tanaman Pangan, Dr. Ir. Haris Syahbuddin, DEA, menegaskan bahwa modernisasi merupakan jawaban krusial atas tantangan perubahan iklim, keterbatasan tenaga kerja, dan dinamika biaya produksi.
"Panen yang kita lakukan hari ini bukan sekadar memanen padi, melainkan memanen pembelajaran untuk membangun pertanian Indonesia yang lebih modern. Melalui modernisasi, produksi bisa naik, biaya lebih efisien, risiko ditekan, pekerjaan petani lebih mudah, dan pendapatan petani meningkat," ungkap Haris.
​Senada dengan hal itu, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, S. E menyatakan komitmennya dalam mendorong transformasi sektor pertanian di daerahnya agar menjadi percontohan bagi wilayah lain.
"Hari ini adalah tanda bahwa pertanian di Soppeng mulai bergerak menuju cara yang lebih maju. Saya ingin suatu hari nanti orang berkata petani Soppeng adalah petani yang siap menghadapi masa depan," ujar Suwardi.
Pemerintah Kabupaten Soppeng berkomitmen memperkuat kelembagaan petani, sarana-prasarana, serta menyelaraskan program bersama pemerintah pusat dan provinsi.
Rangkaian acara ditutup dengan penyerahan bantuan Benih Dasar (label putih) varietas Inpari 32 dari Pusat Perakitan dan Modernisasi Pertanian Tanaman Pangan kepada KT Karuna untuk pengembangan mandiri.
(BAS, ART)