Lewat Rakor, Kementan Pacu CPCL Hilirisasi Tanaman Perkebunan se-Sulsel
MAKASSAR — Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Perkebunan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) terkait "Percepatan CPCL Kegiatan Hilirisasi Tanaman Perkebunan se Sul-Sel T.A 2026". Pertemuan yang berlangsung di Kantor Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Selatan (24/5/2026), ini ditujukan untuk mengakselerasi pengembangan kawasan komoditas perkebunan strategis di wilayah tersebut.
Dalam rapat koordinasi tersebut, Tenaga Ahli Menteri Pertanian, Prof. Dr. H. Murtir Jeddawi, S.H., S.Sos., M.Si., menekankan pentingnya penguatan manajemen program secara menyeluruh, mulai dari alur perencanaan hingga tahapan evaluasi. Beliau menginstruksikan BRMP Sulawesi Selatan untuk segera menyusun jadwal rencana tanam di setiap lokasi penerima manfaat serta melakukan langkah mitigasi cuaca. Hal ini dinilai krusial guna memastikan bantuan benih maupun bibit dari Kementan dapat adaptif terhadap dinamika iklim di lapangan.
Di sisi lain, BRMP Sulawesi Selatan diarahkan untuk melakukan sosialisasi program kerja di tingkat kabupaten/kota, melakukan pemetaan, serta membangun hubungan mutualisme yang kuat dengan pemerintah daerah setempat. Untuk mendukung keberlanjutan program, keterlibatan ahli yang berfokus pada manajemen benefit dan outcome juga menjadi poin penting yang disampaikan.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Direktur Perbenihan Perkebunan, dihadiri oleh jajaran internal Kementan, kepala dinas yang membidangi perkebunan dari berbagai kabupaten/kota di Sulawesi Selatan, serta pimpinan perusahaan penyedia benih. Rakor ini diharapkan dapat mempercepat realisasi pengembangan komoditas unggulan seperti kakao, kopi, pala, lada, kelapa, jambu mete, dan tebu di wilayah Sulawesi Selatan.
(DAR)