Kunjungan Kapus BRMP Tanaman Pangan di Lokasi CG ICARE dan Demplot PM-AAS Soppeng
Tanggal 30 Juli 2026, Kepala Pusat Perakitan dan Modernisasi Pertanian Tanaman Pangan melakukan kunjungan langsung ke lokasi kegiatan Competitive Grant Project ICARE pada kegiatan Akselerasi Penerapan Modernisasi Pertanian dalam rangka Peningkatan Produktivitas dan Efisiensi Usahatani Padi seluas 20 ha yang berlokasi di Kel. Manorang Salo, Kec. Marioriawa, Kab. Soppeng, turut hadir pada kunjungan tersebut Dandim 1423/Soppeng Letkol Inf. Eko Yuliyanto, Kolonel Tri Bharata Wira Jati, Plt. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan Kab. Soppeng H. Asis Dahlan, S.Hut, M.Si.
Dalam kunjungannya Kepala BRMP Tanaman Pangan menyampaikan bahwa kegiatan pertanian modern digalakkan melalui intensifikasi lahan sawah eksisting untuk meningkatkan produktivitas padi. Pertanian modern menerapkan tanam benih langsung (direct seeding), sistem jajar legowo 6:1, penggunaan benih unggul tahan rebah, serta mekanisasi secara bertahap. Penerapannya turut mendukung proses budidaya yang lebih efisien dan membantu menjawab keterbatasan tenaga kerja pertanian.
Saat ini, PM-AAS telah diterapkan di 15 Provinsi pada lahan seluas sekitar 2.000 ha. Lebih lanjut dikatakan oleh Kepala BRMP Tanaman Pangan bahwa sejarah lahirnya PM-AAS sendiri berasal dari Kabupaten Soppeng, dimana kegiatan pertanian modern ini sebelumnya telah dilaksanakan di kelompok tani Karuna pada tahun 2025 yang dikawal langsung oleh BRMP Tanaman Pangan (Dr. Nuning Argo Subekti, SP., M.Sc dan tim) dan BRMP Sulawesi Selatan (Basrum, SP., M.Si dan tim). Kegiatan tersebut berlokasi di Kel. Manorang Salo, Kec. Marioriawa, Kab. Soppeng seluas 5 ha, dengan produktivitas padi varietas Inpago 12 tercatat mencapai 10,4 t/ha. Kab. Soppeng merupakan salah satu pionir keberhasilan PM-AAS saat ini, hal ini tidak terlepas dari keterlibatan aktif petani yang diharapkan menjadi modal penting dalam mempercepat proses adopsi teknologi PM-AAS dan mendorong penerapannya secara lebih luas.
Hasil kunjungan lapangan, terpantau kondisi tanaman tumbuh seragam baik pada varietas Inpago 12 dan Inpari 50, malai padi yang bernas, umur tanaman padi telah mencapai 85 hst. Selanjutnya kunjungan dilakukan di lokasi PM-AAS 100 ha di Kel. Appanang, Kec. Liliriaja, Kab. Soppeng. Adapun kondisi pertumbuhan tanaman padi cukup optimal, umur tanaman telah mencapai 83 hst.
Diharapkan implementasi PM-AAS dapat terus berlanjut dan direplikasi secara konsisten di berbagai wilayah Sulawesi Selatan. Pengembangan pertanian modern diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan dan swasembaada pangan daerah maupun nasional, serta pada akhirnya meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.
(BAS, HH)