Kepala BRMP Sulsel Inspeksi Penyediaan Bibit Perkebunan, Tindak Lanjuti Arahan Mentan
Luwu Timur, 30 Mei 2026 — Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Sulawesi Selatan (BRMP Sulsel) Dr. Zainal Abidin melakukan inspeksi penyediaan bibit untuk Program Hilirisasi Perkebunan di Sulsel, Sabtu (30/5). Inspeksi ini sebagai tindak lanjut arahan Menteri Pertanian berdasarkan surat Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, khususnya poin 6 yang menugaskan Kepala BRMP sebagai koordinator seluruh program pertanian di provinsi.
Sebagai langkah awal hilirisasi di Sulsel, inspeksi menyasar seluruh penyedia bibit perkebunan. Pada hari yang sama, Dr. Zainal Abidin meninjau langsung lokasi di Luwu Timur, Luwu Utara dan Kabupaten Luwu untuk memastikan ketersediaan benih sesuai standar yang ditetapkan.
“Fokus inspeksi kemarin di Luwu Timur untuk komoditas kakao dan lada. Di Luwu utara ada 80 titik penangkar bibit, semuanya ditugaskan ke penyuluh untuk memastikan proses berjalan baik dan penyaluran tepat waktu,” jelas Dr. Zainal Abidin.
Salah satu fokus utama adalah pembibitan kakao dengan target 2 juta pohon bibit. Penyedia telah menyiapkan bibit sesuai target. Namun, Kepala BRMP Sulsel menyarankan penambahan 3-4% dari jumlah tersebut. Sesuai juknis, minimal 15-20% reproduksi diperlukan karena proses sambung pucuk dan sertifikasi berpotensi mengurangi jumlah bibit yang lolos kriteria.
Kepada mitra penyedia, Dr. Zainal Abidin menegaskan inspeksi ini untuk memitigasi risiko agar bibit tersalur tepat waktu. BRMP Sulsel juga membuka ruang pendampingan bila ada kendala di lapangan, berupa bimbingan teknis mulai dari pembibitan hingga pengendalian hama penyakit.
Untuk memastikan program berjalan, BRMP Sulsel telah membentuk taskforce program strategis Kementan di setiap wilayah. Khusus hilirisasi, seluruh penyuluh di wilayah kerja yang terdapat program perkebunan ditugaskan mengawal. Di Luwu Timur tercatat 60 titik perbenihan kakao dan 20 titik perbenihan lada yang diawasi.
(ZA/JH)