Kepala BRMP Sulawesi Selatan Pimpin Pertemuan Teknis Pemeliharaan Tanaman PM-AAS di Kab. Bone
BONE - Dalam rangka memastikan keberhasilan Program Pertanian Modern – Advanced Agriculture System (PM-AAS) di Kabupaten Bone, Kepala BRMP Sulawesi Selatan Dr. Zainal Abidin memimpin langsung pertemuan teknis bersama kelompok tani, penyuluh pertanian, dan Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) di lokasi kegiatan PM-AAS Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone.
Pertemuan ini menjadi wadah koordinasi sekaligus evaluasi kondisi pertanaman di lapangan, dengan fokus pada upaya pemeliharaan tanaman secara optimal, khususnya strategi penanganan serangan hama dan penyakit, serta antisipasi kekeringan memasuki musim kemarau.
Dalam arahannya, Kepala BRMP Sulawesi Selatan menegaskan bahwa keberhasilan PM-AAS tidak hanya ditentukan oleh penggunaan teknologi modern pada saat tanam, tetapi juga oleh intensitas pendampingan dan ketepatan pengambilan keputusan selama fase pemeliharaan tanaman. Setiap indikasi serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) dan lainnya harus segera diidentifikasi dan ditangani secara cepat agar tidak berkembang menjadi kerusakan yang dapat menurunkan produktivitas.
Melalui pertemuan ini bersama POPT menyampaikan hasil pengamatan lapangan serta rekomendasi teknis pengendalian sesuai prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT), meliputi monitoring rutin, gerakan pengendalian secara serempak apabila diperlukan, pengelolaan pemupukan berimbang, serta langkah-langkah pemeliharaan lainnya yang disesuaikan dengan kondisi pertanaman.
Kelompok tani juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi selama budidaya, sehingga solusi teknis dapat dirumuskan secara bersama melalui sinergi antara petani, penyuluh, POPT, dan tim pendamping BRMP Sulawesi Selatan.
Melalui pendampingan yang intensif dan koordinasi yang berkelanjutan, BRMP Sulawesi Selatan optimistis Program PM-AAS di Kabupaten Bone mampu menghasilkan pertanaman yang sehat, menekan kehilangan hasil akibat serangan hama dan penyakit, serta meningkatkan produktivitas padi sebagai wujud penerapan pertanian modern yang berkelanjutan.
(AFS)