Panen Perdana PM-AAS di Gowa Tembus 11,2 Ton/Ha, Hasil 2 Kali Lipat dari Biasanya
GOWA – Produktivitas padi di Kabupaten Gowa menunjukkan peningkatan signifikan. Penerapan produk teknologi terapan pertanian adaptif dengan metode Peningkatan Produksi Melalui Akselerasi Alsintan dan Saprotan / PM-AAS berhasil mendongkrak hasil panen hingga tembus 11,2 ton/ha.
Panen tersebut dilaksanakan pada Jumat, 4 September 2026, di Kelompok Tani Lambere, Dusun Pauriki, Desa Pabbentengang, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa. Hasil ubinan mencapai 11,2 ton/ha, jauh di atas rata-rata hasil panen sebelumnya di wilayah Limbung yang hanya berkisar 5-6 ton/ha.
“Selama 15 tahun sebagai penyuluh mendampingi petani, baru kali ini hasil panen yang diperoleh sangat memuaskan, tembus 11,2 ton/ha. Biasanya hasil yang diperoleh di sini khususnya di Limbung 5-6 ton/ha,” ujar Murdiati, SP, Penyuluh Pertanian Pendamping.
Lebih lanjut Murdiati mengatakan, program PM-AAS ini memberikan dampak nyata bagi petani. Selain meningkatkan hasil, program ini juga membantu petani dalam efisiensi tenaga kerja dan penggunaan saprodi.
Kegiatan panen turut dihadiri oleh perwakilan Kepala BRMP Sulsel yang diwakili oleh Farida Arief, SP., M.Si, Sekretaris Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gowa Muhamad Ilyas Nurdin, SP, perwakilan Badan Pusat Statistik / BPS Kabupaten Gowa Nuryaman, Babinsa, Penyuluh Pertanian se-Kecamatan Bajeng, Koordinator UPT POPT, Penyuluh Pertanian, Katimker Penyuluh Pertanian beserta KJF Kabupaten Gowa, Kepala Desa Pabbentengang, Kelompok Tani Lambere Kecamatan Bajeng, serta petani sekitar.
Kehadiran berbagai pihak ini menjadi bentuk dukungan terhadap percepatan peningkatan produksi padi melalui program strategis Kementerian Pertanian.
Dengan hasil panen yang menggembirakan ini, diharapkan program PM-AAS dapat terus diperluas ke wilayah lain di Sulawesi Selatan guna mencapai target swasembada dan ketahanan pangan.
(JH)