Gerdal Serentak Hama Tikus di Lokasi PM-AAS Bone, Sinergi Berbagai Pihak Lindungi Pertanaman Padi
Bone (1-2/07/2026). Sebagai upaya menjaga produktivitas tanaman padi pada kawasan Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS) di Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone, Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Selatan bersama Tim Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), petani dan penyuluh pertanian melaksanakan Gerakan Pengendalian (Gerdal) Hama Tikus secara serentak melalui teknik fumigasi menggunakan Brancos (belerang).
Sehari sebelum pelaksanaan gerakan pengendalian di lapangan, seluruh pihak mengikuti pertemuan koordinasi yang melibatkan Tim BRMP Sulawesi Selatan, Tim POPT, Pemerintah setempat, penyuluh pertanian, dan kelompok tani. Pertemuan tersebut membahas kondisi terkini pertanaman, khususnya terkait adanya indikasi serangan hama tikus, lokasi-lokasi yang menjadi prioritas pengendalian, serta menyepakati strategi pelaksanaan gerdal secara serempak. Keseragaman waktu dan metode pengendalian menjadi faktor penting agar populasi tikus dapat ditekan secara efektif dan tidak berpindah ke areal pertanaman lainnya.
Dipagi hari berikutnya seluruh tim bergerak ke hamparan sawah untuk melaksanakan gerakan pengendalian. Teknik fumigasi dilakukan dengan mengidentifikasi liang aktif tikus, kemudian memasukkan asap hasil pembakaran Brancos (belerang) ke dalam lubang menggunakan alat fumigasi hingga seluruh jaringan sarang terpapar asap. Metode ini efektif menjangkau tikus yang bersembunyi di dalam liang sehingga mampu menurunkan populasi hama secara cepat tanpa merusak tanaman.
Keterlibatan aktif seluruh tim dalam kegiatan ini menunjukkan terbangunnya kolaborasi dalam melindungi tanaman padi dari ancaman organisme pengganggu tanaman. Pengendalian yang dilakukan secara serentak di tingkat hamparan merupakan salah satu prinsip utama Pengendalian Hama Terpadu (PHT) sehingga hasilnya lebih optimal dibandingkan jika dilakukan secara sendiri-sendiri.
Melalui Gerakan Pengendalian Hama Tikus ini, diharapkan pertumbuhan tanaman padi pada lokasi PM-AAS Kabupaten Bone tetap terjaga hingga masa panen, kehilangan hasil akibat serangan tikus dapat diminimalkan, serta produktivitas lahan terus meningkat sebagai bagian dari upaya mendukung swasembada pangan nasional.
BRMP Sulawesi Selatan akan terus bersinergi dengan pemerintah setempat, penyuluh, POPT, dan petani dalam melakukan monitoring serta pengendalian organisme pengganggu tanaman secara berkelanjutan.
(AFS/WRD)