Dukung Program Kementan, Sulsel Petakan 3 Klaster Swasembada
MAKASSAR — Kementerian Pekerjaan Umum bersama Pemprov Sulawesi Selatan menyepakati kawasan prioritas pengembangan infrastruktur pangan di Teluk Bone. Kesepakatan ini diteken dalam Focus Group Discussion (FGD) 2 Daerah di Hotel Mercure Makassar, Selasa (20/10/2026). Forum ini menyinkronkan infrastruktur ke-PU-an dengan program swasembada pangan Kementerian Pertanian guna memperkuat posisi Sulsel sebagai lumbung pangan nasional.
Validasi lapangan menetapkan total area seluas 3.099.611 hektare yang terbagi dalam tiga klaster prioritas. Klaster 1 Sentra Tanaman Pangan mencakup Bone, Wajo, Sidrap, dan Pinrang seluas 1.090.348 hektare. Klaster 2 Agroindustri Perkebunan di Luwu Raya seluas 1.707.045 hektare, sedangkan Klaster 3 Minapolitan di Bulukumba dan Sinjai mencakup 204.072 hektare.
Klaster 1 ditetapkan sebagai prioritas tahap 1 dengan skor 11. Wilayah ini menempatkan Bone dan Wajo seluas 718.248,72 hektare sebagai Kawasan Lumbung Pangan, serta Sidrap dan Pinrang seluas 372.100 hektare sebagai kawasan pendukung. Skema tersebut mendukung fokus perluasan areal tanam Kementan agar intervensi infrastruktur langsung mendongkrak produktivitas panen petani.
Pertemuan tersebut dihadiri UPT Kementerian PU, BRMP Sulawesi Selatan, jajaran OPD provinsi dan kabupaten, Satgas Swasembada Pangan Sulsel, BUMN/BUMD, serta asosiasi terkait. Komitmen bersama ini resmi disahkan melalui penandatanganan berita acara. Kesepakatan strategis ini menjadi pijakan utama dalam penyusunan Rencana Pengembangan Infrastruktur PU Kawasan Prioritas Swasembada Pangan Teluk Bone 2028–2034 guna memastikan ketersediaan pangan yang mandiri dan berkelanjutan.
(DAR)