BRMP Sulawesi Selatan Dorong Pemanfaatan Limbah Sayuran Menjadi Wafer Pakan Ternak Sapi
Gowa (22/10/26) – Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Selatan melalui kawasan ICARE Sulawesi Selatan melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis Pengolahan Limbah Sayuran Menjadi Wafer Pakan Ternak Sapi. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam memanfaatkan potensi limbah sayuran menjadi pakan ternak yang bernilai gizi dan ekonomis, sekaligus mendukung ketersediaan pakan secara berkelanjutan.
Kegiatan dibuka dengan sambutan Kepala BRMP Sulawesi Selatan yang diwakili oleh Dr. Andi Baso Lompengeng, S.Pt. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa pengembangan usaha ternak sapi di Desa Tonasa perlu diarahkan pada pengelolaan usaha yang berorientasi bisnis. Salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan adalah pertambahan bobot badan ternak melalui pengelolaan pakan yang baik, sehingga biaya pemeliharaan dapat ditekan dan keuntungan peternak meningkat.
Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan sumber daya lokal, seperti rumput gajah, rumput odot, dan indigofera sebagai sumber hijauan pakan ternak. Selain itu, limbah sayuran yang tersedia melimpah di sekitar lokasi perlu dimanfaatkan melalui teknologi pengolahan menjadi wafer pakan ternak. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi alternatif pakan tambahan sekaligus mengurangi limbah yang berpotensi mencemari lingkungan.
Materi pertama disampaikan oleh Muhammad Chaerul Aswar, S.Pt., selaku Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Gowa, dengan materi Kebijakan dan Strategi Pengembangan Pakan Ternak Berbasis Limbah Pertanian untuk Mendukung Peternakan Berkelanjutan. Ia menjelaskan bahwa pakan merupakan salah satu komponen terbesar dalam biaya usaha peternakan, sehingga pemanfaatan limbah pertanian dan sayuran dapat menjadi solusi untuk meningkatkan efisiensi biaya produksi. Ia juga mendorong peternak untuk menyediakan hijauan pakan secara mandiri serta menjaga kebersihan dan kondisi kandang agar tetap bersih dan kering.
Selanjutnya, Dr. Andi Ella dari Pusat Riset Peternakan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), menyampaikan materi Inovasi Teknologi Pengolahan Limbah Sayuran Menjadi Wafer Pakan Ternak Bernilai Gizi dan Ekonomis. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa limbah sayuran dapat diolah menjadi produk pakan yang lebih praktis melalui tahapan pengeringan, pencacahan, penghalusan, pencampuran dengan bahan tambahan seperti dedak, molases, dan ampas tahu, kemudian pencetakan serta pengeringan akhir.
Menurutnya, pengolahan limbah sayuran menjadi wafer memiliki sejumlah manfaat, di antaranya mempermudah penyimpanan dan pemberian pakan, meningkatkan nilai guna limbah, serta membantu mengurangi pencemaran lingkungan. Wafer juga dapat menjadi pakan tambahan untuk mendukung kebutuhan nutrisi ternak. Namun, pemberiannya tetap harus disertai hijauan sebagai pakan utama dengan memperhatikan kebutuhan nutrisi dan kondisi ternak.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab mengenai penerapan teknologi wafer dan pelet pakan ternak, pemanfaatan limbah sayuran di tingkat peternak, serta kebutuhan pemberian wafer pada sapi. Dalam diskusi tersebut, narasumber menjelaskan bahwa pakan olahan dapat membantu mengatasi keterbatasan pakan dan menekan biaya penyediaan pakan, terutama apabila bahan bakunya tersedia di lingkungan sekitar. Teknologi ini juga berpotensi dikembangkan oleh koperasi sebagai unit usaha penyediaan pakan bagi peternak.
Pada akhir kegiatan, peserta mengikuti sesi foto bersama, kemudian dilanjutkan dengan praktik pembuatan pakan ternak berbentuk wafer yang dipandu oleh Bapak Hasan. Melalui praktik tersebut, peserta diharapkan dapat memahami proses pengolahan limbah sayuran dan menerapkannya dalam pengelolaan usaha peternakan masing-masing.
Melalui kegiatan bimbingan teknis ini, BRMP Sulawesi Selatan berharap pemanfaatan limbah sayuran menjadi wafer pakan ternak dapat terus dikembangkan, khususnya di kawasan ICARE Sulawesi Selatan. Inovasi ini diharapkan mampu mendukung ketersediaan pakan, meningkatkan efisiensi usaha peternakan sapi, menambah nilai ekonomis limbah pertanian, serta mendorong terwujudnya peternakan yang produktif dan berkelanjutan.