BRMP Sulsel Terapkan Teknologi Drone dan POC untuk Genjot Produktivitas Padi
SIDRAP – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Sulawesi Selatan (BRMP Sulsel) melakukan aplikasi pupuk organik cair (POC) di Lokasi PM-AAS (Program Modernisasi - Advanced Agricultural System), Kecamatan Panca Rijang, Kabupaten Sidrap, pada Sabtu 20 Juni 2026. Langkah ini menjadi bagian dari upaya transformasi pertanian modern yang menggabungkan kelestarian lingkungan dan efisiensi teknologi tinggi.
Sinergi Formula Organik dan Teknologi Udara memiliki dua keunggulan utama: optimalisasi nutrisi tanaman melalui POC dan akurasi distribusi menggunakan drone pertanian. Kombinasi ini diharapkan mampu menjawab tantangan degradasi lahan sekaligus mengatasi masalah efisiensi tenaga kerja di sektor pertanian.
Manfaat Utama Pupuk Organik Cair (POC) bagi Tanaman Padi yakni Pupuk organik cair dinilai memiliki keunggulan hara yang lebih cepat diserap oleh tanaman padi dibandingkan pupuk padat. Manfaat utamanya meliputi Pemulihan Struktur Tanah karena POC mengandung mikroorganisme baik yang mampu memperbaiki sifat fisik dan biologi tanah yang jenuh akibat pupuk kimia, sehingga perakaran padi dapat tumbuh lebih optimal; Selain itu Peningkatan Efisiensi Nutrisi karena berbentuk cair, maka unsur hara makro dan mikro dapat langsung diserap melalui stomata daun maupun perakaran secara cepat, dan mempercepat fase vegetatif tanaman; serta Meningkatkan Imunitas Tanaman karena kandungan asam organik dalam POC membantu meningkatkan daya tahan tanaman padi terhadap serangan hama, penyakit, serta cekaman lingkungan seperti kekeringan ringan.
Di sisi lain, penerapan drone untuk menyemprotkan POC membawa perubahan besar pada manajemen budidaya di lahan PM-AAS Sidrap. Berikut adalah manfaat utama penggunaan drone: Presisi Tinggi dan Merata dimana Drone dilengkapi dengan sistem otomatisasi berbasis GPS yang memastikan setiap jengkal lahan mendapatkan dosis pupuk yang sama rata tanpa ada bagian yang terlewat (overlapping atau missing); Hemat Waktu dan Tenaga Kerja karena proses penyemprotan yang biasanya memakan waktu seharian secara manual, kini dapat diselesaikan hanya dalam hitungan menit per hektarnya. Ini memangkas biaya operasional (ongkos kerja) secara signifikan. Dan yang terpenting menghindari kerusakan fisik tanaman dimana metode konvensional mengharuskan petani berjalan membelah rimbunan padi, yang berisiko merusak tangkai atau tanaman. Dengan drone, pengaplikasian dilakukan dari udara tanpa menyentuh fisik tanaman sama sekali (zero-contact).
RK