BRMP Sulsel Gelar Worshop Percepatan CPCL Hilirisasi Perkebunan Kakao di Kab. Wajo
Wajo, 30 Juni 2026 – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Sulawesi Selatan (BRMP Sulsel) menyelenggarakan Workshop Percepatan Penyusunan Calon Petani dan Calon Lahan (CPCL) Program Hilirisasi Perkebunan Komoditas Kakao di Kabupaten Wajo. Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid (luring dan daring) dan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Wajo yang pada kesempatan tersebut diwakili oleh Kepala Bidang Perkebunan.
Peserta yang hadir secara luring terdiri atas Kelompok Substansi (Kelsi) BRMP Provinsi Sulawesi Selatan, Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Wajo, Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Wajo, Ketua Tim Kerja (Katimker) Kab. Wajo, Kelompok Jabatan Fungsional (KJF) Provinsi Sulawesi Selatan, penyuluh pendamping kakao se-Kabupaten Wajo, serta petugas perkebunan. Sementara itu, peserta yang mengikuti secara daring berasal dari Direktorat Jenderal Perkebunan Bapak Ginting serta Ibu Farida Arif yang mewakili Kepala Balai BRMP Provinsi Sulawesi Selatan.
Workshop ini diikuti oleh 85 peserta dan merupakan tindak lanjut dari Workshop Percepatan Penyusunan CPCL yang sebelumnya telah dilaksanakan di Ruang Rapat BRMP Provinsi Sulawesi Selatan pada 12 Juni 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk mempercepat proses penyusunan, verifikasi, dan penginputan data CPCL sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sehingga pelaksanaan Program Hilirisasi Perkebunan Komoditas Kakao dapat berjalan secara tepat sasaran, tepat administrasi, dan tepat waktu.
Dalam arahannya, perwakilan Kelompok Substansi (Kelsi) BRMP Provinsi Sulawesi Selatan menegaskan bahwa sinergi antara penyuluh pertanian dan pemerintah daerah merupakan kunci keberhasilan pelaksanaan program-program strategis Kementerian Pertanian. Oleh karena itu, koordinasi dan komunikasi yang baik harus terus diperkuat, mengingat penyuluh memiliki peran penting dalam melakukan pendampingan terhadap seluruh program strategis di lapangan bersama dinas teknis terkait.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Wajo menyampaikan bahwa Kabupaten Wajo memperoleh alokasi Program Hilirisasi Perkebunan Komoditas Kakao seluas 1.110 hektare yang mencakup 120 kelompok tani. Beliau juga menjelaskan bahwa penyusunan dokumen CPCL telah selesai dilaksanakan. Selanjutnya, seluruh pihak diharapkan memastikan bahwa data CPCL yang telah disusun benar-benar memenuhi kriteria, yaitu calon penerima merupakan petani aktif, terdaftar dalam Simluhtan, serta tidak menerima bantuan sejenis pada program yang sama.
Selanjutnya, Bapak Ginting dari Direktorat Jenderal Perkebunan menyampaikan materi mengenai teknis penyusunan CPCL Program Hilirisasi Perkebunan Komoditas Kakao. Dalam paparannya, beliau menjelaskan berbagai aspek yang perlu menjadi perhatian, antara lain kelengkapan administrasi, kesesuaian persyaratan calon penerima, mekanisme verifikasi lapangan, serta pentingnya validitas data sebagai dasar dalam penetapan penerima manfaat program.
Pada sesi diskusi, para penyuluh menyampaikan sejumlah masukan terkait pelaksanaan program di lapangan. Salah satu usulan yang disampaikan adalah perlunya penyediaan tenaga buruh angkut untuk membantu proses bongkar muat benih kakao pada saat pendistribusian. Selain itu, para penyuluh juga mengusulkan agar titik distribusi (drop point) benih ditambah menjadi lebih dari satu lokasi. Usulan tersebut disampaikan mengingat sebaran anggota kelompok tani yang cukup luas, sehingga penambahan titik distribusi diharapkan dapat mempercepat penyaluran bantuan, mempermudah akses petani dalam menerima benih, serta meminimalkan risiko kerusakan atau kematian benih akibat lamanya proses distribusi maupun penyimpanan di lokasi pendropan.
Workshop berlangsung dengan lancar, tertib, dan interaktif. Melalui kegiatan ini diharapkan dokumen CPCL Program Hilirisasi Perkebunan Komoditas Kakao di Kabupaten Wajo yang telah disusun telah memenuhi ketentuan dan kriteria yang ditetapkan, sehingga dapat menjadi dasar yang akurat dalam penetapan calon penerima manfaat program. Dengan demikian, pelaksanaan Program Hilirisasi Perkebunan Komoditas Kakao di Kabupaten Wajo diharapkan dapat berjalan secara efektif, tepat sasaran, serta memberikan manfaat yang optimal bagi petani kakao.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta sebagai bentuk dokumentasi sekaligus komitmen bersama dalam mendukung dan menyukseskan Program Hilirisasi Perkebunan Komoditas Kakao di Kabupaten Wajo.