BRMP Sulsel Gelar Worshop Percepatan CPCL Hilirisasi Perkebunan Kakao di Kab. Tana Toraja
Senin, 29 Juni 2026 – Balai Besar Penerqpan Modernisasi Pertanian Sulawesi Selatan (BRMP Sulsel) menggelar Workshop Percepatan Penyusunan Calon Petani Calon Lahan (CPCL) Program Hilirisasi Perkebunan Komoditas Kakao yang dilaksanakan di Aula BPP Makale Kab. Tana Toraja
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian, ketahanan pangan dan perikanan Kabupaten Tana Toraja, Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian, ketahanan pangan dan perikanan Kabupaten tana toraja, Ketua Tim Kerja (Katimker) Kabupaten Tana Toraja, KJF Provinsi, KJF Kabupaten, Koordinitor BPP dan Penyuluh pertanian pendamping CPCL Kakao.
Workshop ini bertujuan untuk mempercepat penyelesaian data CPCL sesuai target waktu yang telah ditetapkan dan Mengidentifikasi kendala di lapangan serta menyusun langkah percepatan penyelesaiannya
Bapak Yohanis Some selaku kepala Dinas dan Narasumber menyampaikan bahwa Seluruh proses penyusunan CPCL harus diselesaikan sesuai dengan target waktu yang telah ditetapkan agar tidak menghambat pelaksanaan program. Beliau juga menegaskan bahwa keberhasilan penyelesaian CPCL merupakan salah satu indikator penting dalam penilaian kinerja penyuluh. Dimana Jumlah kelompok yang menerima bantuan Kakao ialah 178 untuk peremajaan dan 80 kelompok untuk perluasan, dengan total luasan 1.270 Ha.
Pada sesi diskusi, para penyuluh pertanian menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi selama proses identifikasi, verifikasi, dan penyusunan Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) di lapangan. Kendala utama yang disampaikan adalah kondisi geografis wilayah kerja, di mana lokasi lahan petani berada pada jarak yang cukup berjauhan dan tidak berada dalam satu hamparan. Kondisi tersebut menyebabkan penyuluh memerlukan waktu, tenaga, dan biaya operasional yang lebih besar untuk melakukan verifikasi terhadap data petani, luas lahan, serta kesesuaian lokasi calon penerima program.
Sebagai tindak lanjut, seluruh penyuluh pertanian diharapkan segera menyelesaikan dokumen paling lambat tanggal 2 juli. Dengan terselenggaranya workshop ini, diharapkan proses penyusunan CPCL dapat diselesaikan sesuai jadwal sehingga pelaksanaan program pembangunan pertanian, khususnya pengembangan komoditas kakao, dapat berjalan secara efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat yang nyata bagi peningkatan produktivitas serta kesejahteraan petani.