BRMP Sulsel Gelar Workshop Percepatan CPCL Hilirisasi Perkebunan Kakao di Kab. Pinrang
Pinrang, Rabu, 1 Juli 2026 – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Sulawesi Selatan (BRMP Sulsell) menyelenggarakan Workshop Percepatan Penyusunan Calon Petani Calon Lahan (CPCL) Program Hilirisasi Perkebunan Komoditas Kakao yang bertempat di Aula CWS Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Sawitto, Kabupaten Pinrang.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Pinrang, Kepala Bidang Pengembangan Perkebunan Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Pinrang, Ketua Tim Kerja (Katimker) Kabupaten Pinrang, Kelompok Jabatan Fungsional (KJF) Provinsi Sulawesi Selatan, Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), serta para penyuluh pertanian pendamping CPCL komoditas kakao.
Workshop ini bertujuan untuk mempercepat penyelesaian data Calon Petani Calon Lahan (CPCL) sesuai dengan target waktu yang telah ditetapkan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi forum untuk mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi di lapangan serta merumuskan langkah-langkah strategis guna mempercepat penyelesaian penyusunan CPCL.
Dalam arahannya, Kepala Bidang Pengembangan Perkebunan Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Pinrang, Ir. Jabbar Ali, S.T., yang sekaligus bertindak sebagai narasumber, menyampaikan komitmennya untuk mempercepat penyelesaian penyusunan CPCL komoditas kakao bersama seluruh tim, staf, dan penyuluh pertanian. Beliau menegaskan bahwa penyelesaian CPCL secara tepat waktu merupakan kunci keberhasilan pelaksanaan Program Hilirisasi Perkebunan Kakao agar dapat berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Selain itu, beliau juga mengingatkan bahwa keberhasilan penyelesaian CPCL merupakan salah satu indikator penting dalam penilaian kinerja penyuluh pertanian.
Lebih lanjut disampaikan bahwa pada Tahun Anggaran 2026, Kabupaten Pinrang memperoleh alokasi bantuan untuk 130 kelompok tani, yang terdiri atas 106 kelompok tani yang menjadi tanggung jawab Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Pinrang dan 24 kelompok tani yang menjadi tanggung jawab Ketua Tim Kerja Penyuluh Pertanian Kab. Pinrang, sehingga total luas areal peremajaan tanaman kakao mencapai sekitar 3.350 Ha..
Pada sesi diskusi, para penyuluh pertanian menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi selama proses identifikasi, verifikasi, dan penyusunan CPCL di lapangan. Kendala utama yang diungkapkan adalah kondisi geografis wilayah kerja, di mana lokasi lahan petani tersebar dan berjauhan sehingga tidak berada dalam satu hamparan. Kondisi tersebut mengakibatkan proses verifikasi data petani, luas lahan, dan kesesuaian lokasi calon penerima program membutuhkan waktu, tenaga, serta biaya operasional yang lebih besar.
Selain faktor geografis, para penyuluh juga menyampaikan perlunya koordinasi yang lebih intensif dengan pemerintah desa, kelompok tani, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya guna mempercepat proses validasi dan penyelesaian data CPCL. Berbagai masukan yang disampaikan dalam forum tersebut menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar dalam menyusun strategi percepatan penyelesaian CPCL secara lebih efektif.
Sebagai tindak lanjut, seluruh penyuluh pertanian diharapkan dapat menyelesaikan dokumen CPCL sesuai dengan target waktu yang telah ditetapkan sehingga seluruh tahapan administrasi dapat segera diproses dan ditindaklanjuti.
Melalui penyelenggaraan workshop ini, diharapkan proses penyusunan CPCL Program Hilirisasi Perkebunan Kakao di Kabupaten Pinrang dapat diselesaikan secara tepat waktu, akurat, dan sesuai ketentuan. Dengan demikian, pelaksanaan program pengembangan komoditas kakao diharapkan dapat berjalan secara efektif, tepat sasaran, serta memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan produktivitas, nilai tambah, dan kesejahteraan petani kakao di Kabupaten Pinrang.