Temu Lapang dan FGD ICARE BRMP Sulsel Dorong Agribisnis Komoditas Kentang dan Sapi Potong di Gowa
29/11/2025. Tim Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment (ICARE) Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Selatan menyelenggarakan dua kegiatan utama: Temu Lapang Demplot Percontohan Produksi Benih Kentang G2 dan Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Agribisnis Komoditas Kentang dan Sapi Potong. Acara ini berlangsung di BPP Bulu Ballea, Desa Kanreapia, Kecamatan Tombolopao, Kabupaten Gowa.
Tujuan utama dari demplot dan FGD adalah memperkenalkan teknologi terbaru serta memfasilitasi pertukaran informasi dan pengalaman antara penyuluh dan petani. Diharapkan inisiatif ini dapat memotivasi petani lain untuk mengadopsi praktik budidaya kentang dan sapi potong yang lebih efisien dan modern.
Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Gowa, DR. Hj. Sitti Husniah Talenrang, SE., MM, beserta jajarannya. Turut hadir juga Kepala BRMP Sulsel, Ir. Yusuf, M.Si, Kepala BPP Bulu Ballea, Site Manager, Fasilitator ICARE, Mitra Koperasi, Penyuluh, dan para Petani/Peternak.
Sebelum membuka kegiatan secara resmi, Bupati Gowa mengunjungi demplot percontohan produksi kentang G2. Beliau menyatakan apresiasi tinggi terhadap program ICARE di kawasan tersebut. Bupati menekankan pentingnya adopsi teknologi dan penggunaan bibit unggul untuk mencapai target produksi kentang di Kabupaten Gowa.
Kepala BRMP Sulsel, Ir. Yusuf, M.Si., menyampaikan bahwa Kawasan ICARE diharapkan menjadi pusat inovasi agribisnis berbasis riset dan pemberdayaan. Beliau optimis FGD akan menghasilkan rekomendasi program nyata untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat posisi Kabupaten Gowa sebagai daerah agribisnis yang maju.
Bupati Gowa kemudian memberikan sambutan sekaligus membuka acara secara resmi. Beliau menegaskan komitmen pemerintah daerah, "Pemerintah Kabupaten Gowa siap mendukung petani melalui visi besar yang menempatkan kesejahteraan masyarakat dan ketahanan ekonomi sebagai pilar utama. Kami siap bekerjasama dengan Kementerian Pertanian dalam pendampingan di lapangan."
Dalam sesi Temu Lapang Benih Kentang G2, hadir tiga narasumber: Bapak Asep Chanra Hayat (Direktur Sagara Agri Bandung) yang membahas Strategi Peningkatan Produksi Benih Kentang Unggul dan Bersertifikat; Nurasia, SP (POPT BPTHP Prov. Sulsel) mengenai Pengendalian OPT Terpadu Tanaman Kentang; dan Ibu Hj. Nasmi Ida Hamid, SP (Koordinator Penyuluh Pertanian Gowa) tentang Peran Kelembagaan Petani.
Sementara itu, FGD Pengembangan Agribisnis Komoditas Kentang dan Sapi Potong juga menghadirkan empat narasumber. Mereka adalah: DR. Hj. Sitti Husniah Talenrang, SE., MM (Bupati Gowa) yang menyampaikan Kebijakan Pemerintah Kabupaten Gowa dalam Pengembangan Hortikultura; M. Ihsan, SH, MH (Kepala Kejaksaan Negeri Gowa) dengan materi Dukungan Forum Kordinasi Pimpinan Daerah ( Forkompimda) Kab Gowa terhadap Program Kementrian ( ICARE); Agus Sutisna (Pelaku Usaha Perbenihan Kentang) yang mengulas Pengembangan Agribisnis Komoditas Kentang dan Drs. Muh. Fajaruddin, MM (Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura Kab. Gowa) yang membahas Potensi Pengembangan Hortikultura.
Acara Temu Lapang dan FGD diakhiri dengan sesi diskusi interaktif yang memungkinkan petani bertanya langsung kepada narasumber ahli tentang tantangan yang mereka hadapi. Kesuksesan kegiatan ini merupakan langkah maju penting dalam mendukung ketahanan pangan lokal dan nasional.
(Sumber: ART. Editor: ASM)