RAKOR KESIAPAN PENERIMA MANFAAT BANTUAN ALSINTAN PROGRAM I-CARE, DORONG SWASEMBADA PANGAN DI SUL-SEL
Gowa (18/11/25), Project Management Unit (PMU) dan Project Implementation Unit (PIU) I-CARE dan Dirjen PSP Kementan menggelar Rapat Koordinasi Kesiapan Penerima Manfaat Bantuan Alsintan melalui Program I-CARE, sebagai upaya mendukung swasembada pangan di Sulsel. Dihadiri oleh Dinas Pertanian Kab.Gowa, penyuluh, perwakilan gapoktan/Brigade Pangan (BP) penerima bantuan serta dari Dinas Pertanian Kab. Barru, Soppeng dan Enrekang yang hadir secara online. Pertemuan ini dilaksanakan untuk memonitor sejauh mana kesiapan gapoktan/Brigade Pangan dalam menerima bantuan, kesiapan distribusi alsintan, serta strategi pendampingan di lapangan agar pemanfaatan bantuan berjalan optimal.
Kepala Balai Perakitan dan Modernisasi Pertanian Sulawesi Selatan Ir.Yusuf, M.Si,. mengawali sambutan acara,dalam Statemennya beliau berharap dengan turunnya bantuan ini,kelak dapat menjadi Langkah besar dalam mencapai target swasembada pangan khususnya di Sulawesi Selatan. Dalam rapat tersebut, para peserta menekankan pentingnya ketepatan sasaran agar bantuan alsintan seperti traktor, combine dan peralatan pendukung produksi lainnya dapat meningkatkan efektivitas kerja petani dan memperluas area tanam. Selain itu, pendampingan teknis akan diperkuat untuk memastikan petani mampu mengoperasikan dan merawat alsintan secara berkelanjutan.
Acara di buka oleh Kepala Dinas Pertanian Gowa Drs.Muhammad Fajaruddin, M.M., sangat mengapresiasi dan menyambut baik dengan adanya bantuan alsintan ini. Program I-CARE menjadi salah satu langkah strategis untuk mempercepat peningkatan produktivitas pertanian mendukung swasembada pangan di Sulawesi Selatan. Bantuan alsintan diharapkan dapat mengurangi biaya produksi, mempercepat proses olah tanah, dan meningkatkan indeks pertanaman.
“Kesiapan kelompok tani sebagai penerima manfaat menjadi kunci kesuksesan program ini. Kami memastikan distribusi tepat waktu, tepat guna, dan tepat sasaran agar dampaknya segera dirasakan masyarakat,” ujar Bapak Syahrizal Muttakin selaku Manager I-CARE.
Hasil pertemuan, seluruh pihak sepakat memperkuat kolaborasi, mulai dari pendataan, verifikasi, distribusi, hingga monitoring pemanfaatan alsintan. Program I-CARE diharapkan dapat menjadi model dukungan pemerintah dalam mendorong modernisasi pertanian serta mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan di Sulawesi Selatan.
Sumber : ES
Editor : ASM