PIU Icare BRMP Sulsel, gelar Pertemuan Penyusunan Bisnis Plan Icare 2026 di Kab. Gowa
Senin, tanggal 24 November 2025, telah dilaksanakan Pertemuan Koperasi dalam rangka Penyusunan Business Plan ICARE Tahun 2026 oleh Tim Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment (ICARE) BRMP Sulawesi Selatan.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari workshop penyusunan rencana bisnis yang telah dilaksanakan sebelumnya, dengan tujuan untuk menyempurnakan proposal dan merasionalisasi kebutuhan proposal untuk tahun 2026.
Pertemuan ini dilaksanakan di dua lokasi, yaitu Koperasi Bolaromang Sejahtera Bersama dan Koperasi Tonasa Sukses Bersama, dan dihadiri oleh Tim PIU ICARE Sulawesi Selatan, para Ketua dan Pengurus Koperasi, serta Site Manager dan Fasilitator ICARE.
Acara dibuka oleh Ibu Wardah Halil selaku perwakilan PIU ICARE Sulawesi Selatan. Dalam sambutannya, beliau mengatakan bahwa penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) Tahun 2026 harus disusun secara rasional, selaras dengan tahun 2025, serta memperhatikan masukan hasil workshop sebelumnya. Penyusunan rencana bisnis perlu dilakukan berdasarkan kebutuhan nyata usaha koperasi dan harus dapat dipertanggungjawabkan.
Selanjutnya, Bapak Dr. Andi Baso Lompengeng Ishak, M.Si memberikan arahan terkait persiapan bagi calon penerima bantuan sapi. Beliau menegaskan bahwa ketersediaan lahan pakan merupakan persyaratan utama untuk memastikan kelancaran pemeliharaan sapi. Lahan-lahan tidak produktif diharapkan dapat dioptimalkan dengan penanaman rumput dan legum. Selain itu, aspek kandang harus diperhatikan, khususnya larangan penggunaan satu kandang oleh dua pemilik untuk menghindari potensi konflik sosial. Beliau juga mengingatkan pentingnya perencanaan kebutuhan pakan, kesiapan kandang, serta sarana pendukung lainnya.
Untuk kedua koperasi, beliau menambahkan perlunya mempersiapkan sekretariat koperasi, memastikan tempat penyimpanan saprodi yang jelas dan memadai, serta memperhatikan kapasitas produksi dan peluang membangun kemitraan bisnis. Karena program ini berbasis usaha, koperasi perlu menetapkan target produksi dan perhitungan bisnis yang realistis. Untuk komoditas kentang, fokus diarahkan pada penyediaan saprodi.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi bersama pengurus koperasi serta merevisi RAB tahun 2026 sesuai arahan dan masukan dari tim PIU dan pengurus koperasi sebagai upaya merasionalisasi kebutuhan rencana bisnis tahun 2026.
Dengan terselenggaranya pertemuan ini, diharapkan pengurus dan anggota koperasi memiliki pemahaman yang lebih jelas mengenai persiapan pemeliharaan sapi, perencanaan kebutuhan usaha, serta penyusunan rencana bisnis yang rasional untuk tahun 2026. Kegiatan ini menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa setiap rencana yang disusun benar-benar sesuai kebutuhan, memiliki dasar perhitungan yang kuat, dan dapat mendukung pengembangan usaha koperasi secara berkelanjutan.
(WH)