KOMITMEN JAGA HAK PETANI DAN CEGAH ELITE CAPTURE, TIM ESF PANTAU BRIGADE PANGAN KELURAHAN BULUTANAH
Gowa, 1 November 2025 — Tim Environmental and Social Framework (ESF) - PIU Sulawesi Selatan melanjutkan rangkaian monitoring dan screening terhadap pelaksanaan program Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment (ICARE) di Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan. Kegiatan yang berlangsung pada 31 Oktober 2025 ini menyasar Brigade Pangan “Alsintan Bulutanah” di Kelurahan Bulutanah, Kecamatan Tinggimoncong.
Monitoring ini merupakan bagian dari upaya memastikan pelaksanaan ICARE sesuai dengan standar perlindungan lingkungan dan sosial Bank Dunia serta Environmental and Social Management Framework (ESMF). Fokus utama mencakup penilaian kesiapan Brigade Pangan dalam mengelola risiko lingkungan-sosial, memastikan inklusivitas gender, menjaga hak petani, serta mematuhi prinsip-prinsip pengelolaan Alsintan yang aman dan berkelanjutan.
Tim ESF menyampaikan panduan penilaian berbasis Environmental and Social Standards (ESS) 1–6 dan ESS 10, yang mencakup aspek penilaian risiko lingkungan dan sosial, kondisi kerja, efisiensi sumber daya, kesehatan masyarakat, pengelolaan lahan, konservasi keanekaragaman hayati, serta keterlibatan pemangku kepentingan.
Brigade Pangan “Alsintan Bulutanah” mengelola lahan operasional seluas 150 hektar, yang tersebar pada 4 Kelompok Tani (Poktan). Brigade ini telah menunjukkan komitmen terhadap kepatuhan terhadap aturan lingkungan dan sosial ICARE, termasuk dalam pengelolaan Alsintan dan tata kelola kelembagaan. Dalam struktur kepengurusannya, terdapat 3 orang perempuan yang menjabat di bidang keuangan, mencerminkan upaya inklusivitas yang selaras dengan target minimal 25% keterwakilan perempuan dalam ESMF.
Tim ESF menekankan pentingnya menjaga hak-hak petani agar tidak mengalami kerugian, memastikan keselamatan operator Alsintan melalui penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), serta memperkuat Mekanisme Penanganan Keluhan (GRM) yang mudah diakses oleh seluruh anggota brigade dan petani penggarap.
Dengan pendekatan sistematis dan berbasis risiko, Kementerian Pertanian memastikan bahwa program ICARE tidak hanya meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga memperkuat perlindungan sosial, keberlanjutan lingkungan, dan keadilan dalam distribusi manfaat, sesuai komitmen Indonesia dalam kerja sama dengan Bank Dunia.
(DAR)